{"id":182,"date":"2026-08-31T05:55:02","date_gmt":"2026-08-31T05:55:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mthdst.id\/?p=182"},"modified":"2026-08-31T05:55:02","modified_gmt":"2026-08-31T05:55:02","slug":"digitalisasi-kearifan-lokal-membedah-representasi-seren-taun-cisungsang-di-media-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mthdst.id\/?p=182","title":{"rendered":"Digitalisasi Kearifan Lokal, Membedah Representasi Seren Taun Cisungsang di Media Digital"},"content":{"rendered":"\n<p id=\"p-rc_8aced5226cd85cf4-63\">Upacara adat Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2025 kini tidak hanya hadir sebagai ritual agraris tahunan masyarakat adat Banten, tetapi juga telah resmi menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) di kawasan Geopark Bayah Dome<sup><\/sup>. Di satu sisi, kehadiran media digital seperti YouTube membuka peluang besar bagi promosi pariwisata berbasis kearifan lokal<sup><\/sup>. Namun di sisi lain, digitalisasi ini membawa tantangan serius terkait risiko komodifikasi dan penyederhanaan makna budaya yang sakral<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"p-rc_8aced5226cd85cf4-64\">Melalui kolaborasi antara Universitas Mercu Buana, Kasepuhan Cisungsang, dan Badan Pengelola Geopark Bayah Dome, sebuah penelitian dilakukan untuk menganalisis bagaimana ritual ini direpresentasikan dalam konten YouTube<sup><\/sup>. Menggunakan pendekatan semiotika sosial dan analisis multimodal, studi ini membedah empat jenis konten video dari beragam produsen\u2014mulai dari media arus utama, jurnalistik, dokumenter independen, hingga media komunitas<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"p-rc_8aced5226cd85cf4-65\">Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumentasi digital Seren Taun bukanlah sekadar rekaman yang netral<sup><\/sup>. Media digital membentuk narasi budaya melalui tiga mekanisme utama: <strong>seleksi<\/strong> terhadap elemen ritual tertentu, <strong>intensifikasi<\/strong> lewat teknik sinematografi drama, serta <strong>estetisasi<\/strong> visual yang memanjakan mata<sup><\/sup>. Proses ini memang meningkatkan visibilitas Seren Taun ke khalayak luas, tetapi juga memunculkan paradoks<sup><\/sup>. Ritual sakral dan dinamika sosial komunitas sering kali tergeser menjadi sebatas komoditas visual yang konsumtif, di mana suara warga lokal sendiri kerap tidak terdengar sebagai penafsir utama budayanya<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"p-rc_8aced5226cd85cf4-66\">Sebagai dampaknya, penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara promosi pariwisata digital dan kelestarian makna adat<sup><\/sup>. Ke depan, diperlukan model komunikasi pariwisata yang lebih partisipatif dan berbasis ko-kreasi, di mana masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang memegang peranan utama sebagai narator dan penafsir warisan budaya mereka sendiri di ruang digital<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/mthdst.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/POSTeR-ILMIAH-DST-Cisungsang-31-08-26.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of POSTeR ILMIAH DST Cisungsang 31-08-26.\"><\/object><a id=\"wp-block-file--media-3998073c-dce8-4905-9dbe-91b03ead92f4\" href=\"https:\/\/mthdst.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/POSTeR-ILMIAH-DST-Cisungsang-31-08-26.pdf\">POSTeR ILMIAH DST Cisungsang 31-08-26<\/a><a href=\"https:\/\/mthdst.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/POSTeR-ILMIAH-DST-Cisungsang-31-08-26.pdf\" class=\"wp-block-file__button wp-element-button\" download aria-describedby=\"wp-block-file--media-3998073c-dce8-4905-9dbe-91b03ead92f4\">Download<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Upacara adat Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2025 kini tidak hanya hadir sebagai ritual agraris tahunan masyarakat adat Banten, tetapi juga telah resmi menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) di kawasan Geopark Bayah Dome. Di satu sisi, kehadiran media digital seperti YouTube membuka peluang besar bagi promosi pariwisata berbasis kearifan lokal. Namun di sisi lain, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-182","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-riset"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184,"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/182\/revisions\/184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mthdst.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}