Digitalisasi Kearifan Lokal, Membedah Representasi Seren Taun Cisungsang di Media Digital

Upacara adat Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2025 kini tidak hanya hadir sebagai ritual agraris tahunan masyarakat adat Banten, tetapi juga telah resmi menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) di kawasan Geopark Bayah Dome. Di satu sisi, kehadiran media digital seperti YouTube membuka peluang besar bagi promosi pariwisata berbasis kearifan lokal. Namun di sisi lain, digitalisasi ini membawa tantangan serius terkait risiko komodifikasi dan penyederhanaan makna budaya yang sakral.

Melalui kolaborasi antara Universitas Mercu Buana, Kasepuhan Cisungsang, dan Badan Pengelola Geopark Bayah Dome, sebuah penelitian dilakukan untuk menganalisis bagaimana ritual ini direpresentasikan dalam konten YouTube. Menggunakan pendekatan semiotika sosial dan analisis multimodal, studi ini membedah empat jenis konten video dari beragam produsen—mulai dari media arus utama, jurnalistik, dokumenter independen, hingga media komunitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumentasi digital Seren Taun bukanlah sekadar rekaman yang netral. Media digital membentuk narasi budaya melalui tiga mekanisme utama: seleksi terhadap elemen ritual tertentu, intensifikasi lewat teknik sinematografi drama, serta estetisasi visual yang memanjakan mata. Proses ini memang meningkatkan visibilitas Seren Taun ke khalayak luas, tetapi juga memunculkan paradoks. Ritual sakral dan dinamika sosial komunitas sering kali tergeser menjadi sebatas komoditas visual yang konsumtif, di mana suara warga lokal sendiri kerap tidak terdengar sebagai penafsir utama budayanya.

Sebagai dampaknya, penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara promosi pariwisata digital dan kelestarian makna adat. Ke depan, diperlukan model komunikasi pariwisata yang lebih partisipatif dan berbasis ko-kreasi, di mana masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang memegang peranan utama sebagai narator dan penafsir warisan budaya mereka sendiri di ruang digital.

Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat — Menjadi Duta Digital untuk Bumi dan Budaya Lebak!

MODUL PELATIHAN
PEMBERDAYAAN PENGURUS OSIS SMAN 2 RANGKAS BITUNG SEBAGAI DUTA PROMOSI DIGITAL PARIWISATA BERKELANJUTAN KABUPATEN LEBAK

Disusun oleh
Dewi Sad Tanti

Nurlela
Irmulansati Tomohardjo

Modul pelatihan “Menjadi Duta Promosi Digital Pariwisata Berkelanjutan” ini dirancang khusus untuk membekali pengurus OSIS SMAN 2 Rangkas Bitung dengan keterampilan komunikasi digital dalam mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan kearifan lokal Kabupaten Lebak secara profesional dan berkelanjutan. Terdiri dari lima sub-modul yang saling terintegrasi, modul ini mengajarkan peserta mulai dari pengenalan potensi lokal Lebak, teknik fotografi dan videografi dengan smartphone, copywriting untuk media sosial, strategi pengelolaan konten digital, hingga perancangan program kerja OSIS bidang pariwisata dan lingkungan. Mengusung inspirasi dari Sarasehan Seba Baduy 2026

bertema “Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat” (Menjaga Titipan, Merawat Alam), modul ini juga mengintegrasikan nilai-nilai konservasi lingkungan melalui praktik pengelolaan komposter dan pembenihan tanaman hidroponik, serta pelestarian kekayaan lokal tak benda seperti Jojorong (olahan gula aren khas Lebak). Dengan pendekatan praktis, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal, modul ini menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cinta lingkungan, bangga terhadap budayanya sendiri, dan mampu menjadi duta promosi yang membawa pesona Lebak mendunia.

Pemberdayaan OSIS SMAN 2 Rangkasbitung sebagai Duta Promosi Digital Pariwisata Berkelanjutan

Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 2 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada 4 Mei 2026.

Kegiatan bertema “Pelatihan Komunikasi Digital Duta Konservasi Lingkungan dan Kearifan Lokal” ini bertujuan membekali pengurus OSIS SMAN 2 Rangkasbitung dengan keterampilan teknis dan filosofis untuk mempromosikan potensi wisata Lebak melalui platform digital secara bertanggung jawab.

Highlight Kegiatan:

  • Pelatihan teknik fotografi, videografi, dan penulisan caption kreatif.
  • Implementasi program sekolah hijau melalui pemberian unit Komposter dan Hidroponik.
  • Pelestarian kuliner lokal “Jojorong” sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
  • Pendampingan berkelanjutan untuk memastikan nilai konservasi tetap terjaga.

Tim Pelaksana PkM UMB:

  • Ketua: Dewi Sad Tanti, S.Sos., M.I.Kom.
  • Anggota: Nurlela, S.Sn., M.Ds.
  • Mitra: Wahyudi Widodo, S.Pd., M.Pd.

Terima kasih kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Rangkasbitung, Bapak Drs. Holy Prihantono, M.Pd., serta seluruh guru dan siswa yang telah berpartisipasi.

Mari terus jaga amanat dan rawat bumi kita!

#PengabdianMasyarakat #UniversitasMercuBuana #SMAN2Rangkasbitung #Lebak #PariwisataBerkelanjutan #EdukasiDigital #SekolahHijau #KearifanLokal

Manajemen Impresi Pemimpin Daerah pada Portal Website Pemerintah Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten

Penelitian ini berangkat dari pentingnya peran komunikasi digital pemerintah daerah dalam membentuk citra dan kepercayaan publik, khususnya pasca pelantikan kepala daerah pada tahun 2025. Di era digital, website resmi pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai alat strategis dalam membangun impresi kepemimpinan di mata masyarakat.

Fokus penelitian ini adalah mengkaji bagaimana manajemen impresi dilakukan oleh pemimpin daerah melalui portal website resmi pemerintah kota dan kabupaten di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui analisis konten website, observasi, serta studi literatur.

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola manajemen impresi yang digunakan, serta mengeksplorasi elemen komunikasi—baik visual, tekstual, maupun interaktif—yang berkontribusi dalam pembentukan citra pemimpin daerah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar website pemerintah daerah cenderung menggunakan strategi self-promotion dan exemplification dalam menampilkan kepemimpinan. Selain itu, elemen visual seperti logo, foto pemimpin daerah, serta konten yang menonjolkan potensi daerah menjadi aspek dominan dalam membangun citra. Namun, tingkat interaktivitas masih terbatas dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi pemerintah daerah yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan publik di era digital.