Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat — Menjadi Duta Digital untuk Bumi dan Budaya Lebak!

MODUL PELATIHAN
PEMBERDAYAAN PENGURUS OSIS SMAN 2 RANGKAS BITUNG SEBAGAI DUTA PROMOSI DIGITAL PARIWISATA BERKELANJUTAN KABUPATEN LEBAK

Disusun oleh
Dewi Sad Tanti

Nurlela
Irmulansati Tomohardjo

Modul pelatihan “Menjadi Duta Promosi Digital Pariwisata Berkelanjutan” ini dirancang khusus untuk membekali pengurus OSIS SMAN 2 Rangkas Bitung dengan keterampilan komunikasi digital dalam mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan kearifan lokal Kabupaten Lebak secara profesional dan berkelanjutan. Terdiri dari lima sub-modul yang saling terintegrasi, modul ini mengajarkan peserta mulai dari pengenalan potensi lokal Lebak, teknik fotografi dan videografi dengan smartphone, copywriting untuk media sosial, strategi pengelolaan konten digital, hingga perancangan program kerja OSIS bidang pariwisata dan lingkungan. Mengusung inspirasi dari Sarasehan Seba Baduy 2026

bertema “Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat” (Menjaga Titipan, Merawat Alam), modul ini juga mengintegrasikan nilai-nilai konservasi lingkungan melalui praktik pengelolaan komposter dan pembenihan tanaman hidroponik, serta pelestarian kekayaan lokal tak benda seperti Jojorong (olahan gula aren khas Lebak). Dengan pendekatan praktis, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal, modul ini menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cinta lingkungan, bangga terhadap budayanya sendiri, dan mampu menjadi duta promosi yang membawa pesona Lebak mendunia.

Pemberdayaan OSIS SMAN 2 Rangkasbitung sebagai Duta Promosi Digital Pariwisata Berkelanjutan

Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 2 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada 4 Mei 2026.

Kegiatan bertema “Pelatihan Komunikasi Digital Duta Konservasi Lingkungan dan Kearifan Lokal” ini bertujuan membekali pengurus OSIS SMAN 2 Rangkasbitung dengan keterampilan teknis dan filosofis untuk mempromosikan potensi wisata Lebak melalui platform digital secara bertanggung jawab.

Highlight Kegiatan:

  • Pelatihan teknik fotografi, videografi, dan penulisan caption kreatif.
  • Implementasi program sekolah hijau melalui pemberian unit Komposter dan Hidroponik.
  • Pelestarian kuliner lokal “Jojorong” sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
  • Pendampingan berkelanjutan untuk memastikan nilai konservasi tetap terjaga.

Tim Pelaksana PkM UMB:

  • Ketua: Dewi Sad Tanti, S.Sos., M.I.Kom.
  • Anggota: Nurlela, S.Sn., M.Ds.
  • Mitra: Wahyudi Widodo, S.Pd., M.Pd.

Terima kasih kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Rangkasbitung, Bapak Drs. Holy Prihantono, M.Pd., serta seluruh guru dan siswa yang telah berpartisipasi.

Mari terus jaga amanat dan rawat bumi kita!

#PengabdianMasyarakat #UniversitasMercuBuana #SMAN2Rangkasbitung #Lebak #PariwisataBerkelanjutan #EdukasiDigital #SekolahHijau #KearifanLokal

Analisis Jaringan Kelembagaan dalam Pengembangan Geopark Bayah Dome untuk Membangun Komunikasi Kolaboratif Multi-Pihak

Poster ini memvisualisasikan hasil penelitian mengenai pengembangan model komunikasi kolaboratif untuk pengelolaan Geopark Bayah Dome, yang sedang dipersiapkan menuju status UNESCO Global Geopark. Kajian berfokus pada tantangan pengelolaan yang melibatkan 23 lembaga pemangku kepentingan dengan beragam karakteristik, yang mengakibatkan asimetri informasi dan partisipasi tidak setara.

Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods (kuantitatif-kualitatif) dengan desain sequential explanatory. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumen. Analisis utama dilakukan dengan Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk memetakan hierarki dan hubungan pengaruh antar pemangku kepentingan, serta kerangka 4A (Access, Awareness, Action, Advocacy) untuk mengukur keberlanjutan kelembagaan.

Temuan kunci mengungkap:

  1. Kesenjangan Komunikasi:Pola komunikasi top-down antara pembuat kebijakan dan pelaksana lapangan, serta terdistorsinya aspirasi komunitas adat dalam proses kebijakan.
  2. Ketergantungan Struktural: Analisis ISM menunjukkan ketergantungan tinggi pada lembaga penghubung (KNGI) sebagai penggerak utama.
  3. Partisipasi Terbatas:Keterlibatan komunitas adat dibatasi oleh norma tradisional (pikukuh) dan kesenjangan pemahaman antara nilai adat dan konsep geopark modern.
  4. Tingkat Keberlanjutan: Indeks keberlanjutan kelembagaan mencapai 62,4% (kategori cukup). Dimensi Action (partisipasi) paling kuat (65,12%), sementara Access (aksesibilitas) paling lemah (59,39%).

Kesimpulan penelitian menekankan kebutuhan mendesak akan model komunikasi kolaboratif yang berbasis budaya lokal, guna menjembatani kepentingan multistakeholder dan memperkuat peran komunitas adat. Integrasi analisis ISM dan kerangka 4A yang ditawarkan memberikan peta jalan strategis untuk percepatan pencapaian status UNESCO Global Geopark.

Luaran penelitian mencakup artikel ilmiah, policy brief, monograf, dan HKI berupa poster ini. Kegiatan ini didukung oleh Universitas Mercu Buana dan Badan Pengelola Geopark Bayah Dome.