Dari Rangkasbitung untuk Indonesia, Membangun Generasi Digital yang Berdaya, Berbudaya, dan Peduli Lingkungan

Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras, kemampuan berkomunikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama bagi generasi muda. Siswa sekolah menengah atas, khususnya para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), dituntut untuk mampu mengelola organisasi sekaligus memanfaatkan media digital secara produktif. Namun, keterampilan ini tidak tumbuh dengan sendirinya. Diperlukan pendampingan, pelatihan, dan praktik nyata agar para siswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi digital, kewirausahaan public relations, personal branding, promosi wisata, serta kepedulian terhadap kearifan lokal dan konservasi lingkungan.

Berangkat dari kebutuhan itulah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan. Program ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Mercu Buana Jakarta dengan SMAN 2 Rangkasbitung, Lebak, Banten. Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, diskusi, praktik, dan evaluasi, kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan wirausaha PR, personal branding, dan produksi konten wisata berbasis budaya serta konservasi.

Latar belakang kegiatan ini berakar pada kebutuhan nyata di lapangan. Siswa memerlukan keterampilan komunikasi untuk mengelola OSIS dan memanfaatkan media digital secara produktif. Promosi budaya lokal serta program lingkungan sekolah juga memerlukan praktik dan pendampingan yang berkelanjutan. Tanpa bekal yang memadai, potensi besar yang dimiliki para siswa untuk menjadi agen perubahan di sekolah dan masyarakat tidak akan berkembang optimal. Oleh karena itu, kegiatan ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, dengan fokus pada penguatan kapasitas siswa dalam menghadapi tantangan era digital.

Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali siswa dengan kemampuan wirausaha PR, personal branding, dan produksi konten wisata berbasis budaya serta konservasi. Dengan demikian, para siswa tidak hanya mampu mengelola organisasi sekolah dengan lebih profesional, tetapi juga dapat menjadi duta promosi budaya lokal dan lingkungan di wilayahnya. Program ini juga dirancang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.

Kegiatan ini menggunakan pendekatan yang bersifat partisipatif dan aplikatif. Metode yang diterapkan meliputi edukasi komunikasi digital, wirausaha PR, personal skill, dan personal branding; diskusi interaktif; praktik storytelling dengan gawai; serta praktik hidroponik, composting, dan pengemasan. Seluruh rangkaian kegiatan dievaluasi melalui kuesioner untuk mengukur pemahaman dan dampak program terhadap peserta. Pendekatan ini memungkinkan siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan yang dipelajari. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan.

Hasil kegiatan ini menunjukkan capaian yang menggembirakan. Siswa berhasil membuat konten kegiatan composting, hidroponik, dan pesan pengemasan kuliner Jojorong. Sekolah menerima komposter, instalasi hidroponik, alat produksi konten, serta modul pembelajaran. Evaluasi terhadap 40 responden menunjukkan bahwa 67 persen peserta mampu menerapkan teknologi inovasi, sementara 100 persen peserta menyatakan setuju atau sangat setuju atas manfaat ilmu bermedia sosial, personal branding, promosi wisata, dan kearifan lokal. Capaian ini menunjukkan bahwa program tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan produk nyata yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah dan siswa secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan publikasi media massa, video YouTube LPPM, tiga Hak Cipta terdaftar, serta Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bentuk akuntabilitas program.

Dampak dan manfaat bagi mitra sangat terasa. Program ini memberikan ruang praktik dan mendapat respons positif dari peserta. Potensi keberlanjutan program juga terbuka lebar, melalui tindak lanjut pendampingan WhatsApp, evaluasi konten, dan panduan kerja bagi pengurus OSIS berikutnya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan, tetapi menjadi awal dari proses penguatan kapasitas yang berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan tim pelaksana yang terdiri dari beberapa kelompok keahlian. Untuk Public Relations Entrepreneurship, ketua tim adalah Dr. Irulansati Tomohardjo, S.H., M.Si., dengan anggota Fauzi Nur Iman, S.Kom., M.Kom. dan Sugihantoro, S.Sos., M.I.Kom. Untuk Promosi Wisata dan Konservasi, ketua tim adalah Dewi Sad Tanti, S.Sos., M.I.Kom., dengan anggota Nurlela, S.Sn., M.Ds. dan Dr. Irulansati Tomohardjo, S.H., M.Si. Sementara untuk Personal Skill dan Personal Branding, tim terdiri dari Drs. Marwan Mahmudi, M.Si., Haekal Fajri Amrullah, S.I.Kom., M.Sc., dan Dr. Febrian Kwarto S.E., M.Ak. Mitra kegiatan ini adalah Wahyudi Widodo, M.Pd., selaku Kepala SMAN 2 Rangkasbitung.

Kegiatan ini telah dipublikasikan melalui dua publikasi media massa, yaitu Duta promosi digital pariwisata Lebak dan Penguatan personal branding siswa, serta video YouTube LPPM. Selain itu, terdapat tiga Hak Cipta terdaftar: Modul pelatihan (No. 001228509, 11 Mei 2026), Poster duta wisata (No. 001316651, 30 Juni 2026), dan Poster wirausaha PR (No. 001472914, 7 September 2026). Program ini juga telah memperoleh Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan.

Pada akhirnya, kegiatan pengabdian ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi muda Rangkasbitung dan Indonesia. Dengan bekal komunikasi digital, kewirausahaan PR, personal branding, serta kesadaran akan budaya dan lingkungan, para siswa SMAN 2 Rangkasbitung diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan bangsa. Terima kasih kepada LPPM UMB, FIKOM UMB, SMAN 2 Rangkasbitung, Pemkab Lebak, dan Pemerintah Provinsi Banten atas dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para siswa, sekolah, dan masyarakat luas.

Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat — Menjadi Duta Digital untuk Bumi dan Budaya Lebak!

MODUL PELATIHAN
PEMBERDAYAAN PENGURUS OSIS SMAN 2 RANGKAS BITUNG SEBAGAI DUTA PROMOSI DIGITAL PARIWISATA BERKELANJUTAN KABUPATEN LEBAK

Disusun oleh
Dewi Sad Tanti

Nurlela
Irmulansati Tomohardjo

Modul pelatihan “Menjadi Duta Promosi Digital Pariwisata Berkelanjutan” ini dirancang khusus untuk membekali pengurus OSIS SMAN 2 Rangkas Bitung dengan keterampilan komunikasi digital dalam mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan kearifan lokal Kabupaten Lebak secara profesional dan berkelanjutan. Terdiri dari lima sub-modul yang saling terintegrasi, modul ini mengajarkan peserta mulai dari pengenalan potensi lokal Lebak, teknik fotografi dan videografi dengan smartphone, copywriting untuk media sosial, strategi pengelolaan konten digital, hingga perancangan program kerja OSIS bidang pariwisata dan lingkungan. Mengusung inspirasi dari Sarasehan Seba Baduy 2026

bertema “Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat” (Menjaga Titipan, Merawat Alam), modul ini juga mengintegrasikan nilai-nilai konservasi lingkungan melalui praktik pengelolaan komposter dan pembenihan tanaman hidroponik, serta pelestarian kekayaan lokal tak benda seperti Jojorong (olahan gula aren khas Lebak). Dengan pendekatan praktis, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal, modul ini menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cinta lingkungan, bangga terhadap budayanya sendiri, dan mampu menjadi duta promosi yang membawa pesona Lebak mendunia.

Pemberdayaan OSIS SMAN 2 Rangkasbitung sebagai Duta Promosi Digital Pariwisata Berkelanjutan

Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 2 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada 4 Mei 2026.

Kegiatan bertema “Pelatihan Komunikasi Digital Duta Konservasi Lingkungan dan Kearifan Lokal” ini bertujuan membekali pengurus OSIS SMAN 2 Rangkasbitung dengan keterampilan teknis dan filosofis untuk mempromosikan potensi wisata Lebak melalui platform digital secara bertanggung jawab.

Highlight Kegiatan:

  • Pelatihan teknik fotografi, videografi, dan penulisan caption kreatif.
  • Implementasi program sekolah hijau melalui pemberian unit Komposter dan Hidroponik.
  • Pelestarian kuliner lokal “Jojorong” sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
  • Pendampingan berkelanjutan untuk memastikan nilai konservasi tetap terjaga.

Tim Pelaksana PkM UMB:

  • Ketua: Dewi Sad Tanti, S.Sos., M.I.Kom.
  • Anggota: Nurlela, S.Sn., M.Ds.
  • Mitra: Wahyudi Widodo, S.Pd., M.Pd.

Terima kasih kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Rangkasbitung, Bapak Drs. Holy Prihantono, M.Pd., serta seluruh guru dan siswa yang telah berpartisipasi.

Mari terus jaga amanat dan rawat bumi kita!

#PengabdianMasyarakat #UniversitasMercuBuana #SMAN2Rangkasbitung #Lebak #PariwisataBerkelanjutan #EdukasiDigital #SekolahHijau #KearifanLokal

Analisis Jaringan Kelembagaan dalam Pengembangan Geopark Bayah Dome untuk Membangun Komunikasi Kolaboratif Multi-Pihak

Poster ini memvisualisasikan hasil penelitian mengenai pengembangan model komunikasi kolaboratif untuk pengelolaan Geopark Bayah Dome, yang sedang dipersiapkan menuju status UNESCO Global Geopark. Kajian berfokus pada tantangan pengelolaan yang melibatkan 23 lembaga pemangku kepentingan dengan beragam karakteristik, yang mengakibatkan asimetri informasi dan partisipasi tidak setara.

Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods (kuantitatif-kualitatif) dengan desain sequential explanatory. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumen. Analisis utama dilakukan dengan Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk memetakan hierarki dan hubungan pengaruh antar pemangku kepentingan, serta kerangka 4A (Access, Awareness, Action, Advocacy) untuk mengukur keberlanjutan kelembagaan.

Temuan kunci mengungkap:

  1. Kesenjangan Komunikasi:Pola komunikasi top-down antara pembuat kebijakan dan pelaksana lapangan, serta terdistorsinya aspirasi komunitas adat dalam proses kebijakan.
  2. Ketergantungan Struktural: Analisis ISM menunjukkan ketergantungan tinggi pada lembaga penghubung (KNGI) sebagai penggerak utama.
  3. Partisipasi Terbatas:Keterlibatan komunitas adat dibatasi oleh norma tradisional (pikukuh) dan kesenjangan pemahaman antara nilai adat dan konsep geopark modern.
  4. Tingkat Keberlanjutan: Indeks keberlanjutan kelembagaan mencapai 62,4% (kategori cukup). Dimensi Action (partisipasi) paling kuat (65,12%), sementara Access (aksesibilitas) paling lemah (59,39%).

Kesimpulan penelitian menekankan kebutuhan mendesak akan model komunikasi kolaboratif yang berbasis budaya lokal, guna menjembatani kepentingan multistakeholder dan memperkuat peran komunitas adat. Integrasi analisis ISM dan kerangka 4A yang ditawarkan memberikan peta jalan strategis untuk percepatan pencapaian status UNESCO Global Geopark.

Luaran penelitian mencakup artikel ilmiah, policy brief, monograf, dan HKI berupa poster ini. Kegiatan ini didukung oleh Universitas Mercu Buana dan Badan Pengelola Geopark Bayah Dome.